MAKIN BANYAK UJIAN MAKIN BANYAK BELAJAR
Sejak kejadian kemaren, aku banyak belajar. Terutama tentang berharap kepada manusia. Benar dawuh sayyidina Ali bahwa berharap pada manusia adalah sumber kecewa. Dan benar juga bahwa kita akan selalu diuji atas sesuatu yang kita cintai. Sebagai anak yang tumbuh dalam keluarga yang selalu menjaga konsistensi dan menjunjung tinggi kejujuran adalah anugrah terindah yang patut aku syukuri. Namun karena tumbuh di lingkungan seperti itu pula aku menjadi manusia yang begitu polos, mudah percaya, dan diperdaya. Tidak pernah terbesit sedikitpun dalam pikiranku untuk mengecewakan orang lain, terlebih mereka yang menaruh harap padaku. Tapi bukan berarti hal itu dapat menjamin orang lain akan melakukan hal yang serupa kepadaku, bahkan yang terjadi sebaliknya. Iya, dusta dan pengkhianatan. Kecewa itu hadir menyambar dadaku, sangat diluar dugaan. Orang yang ku percaya, orang yang dinilai polos, kalem, memiliki kesabaran tingkat dewa oleh semua orang, juga memiliki cakar yang tajam untuk mencabik...