Diaku Part#3
Sebenernya, udah banyak banget momen yang
kelewat sama dia buat ditulis. Karna aku yang gak konsisten buat nulis sih.
Jadi dari beberapa tulisan aku tentang dia,
beberapa deskripsi tentang dia, itu bisa diambil kesimpulan bahwa yang nyebelin
itu aku. Yang suka cari masalah itu aku. Yang jadi sumber masalah itu juga aku.
Yang suka mbulet itu aku. Sesekali memang dia, tapi biasanya tanpa unsur
kesengajaan. Lebih ngeselin aku deh intinya. Oke, aku akan certain tentang dia.
Jadi tanggal 26 Februari 2022 kemaren, dia tuh
dilantik jadi pengurus PC PMII Lumajang. Posisi dia jadi ketua OC. Dia punya
bagian sambutan di acara, jelas. Tapi malah gak jadi sambutan karna dikira
nggak dateng mungkin sama sesi acara. Pas itu aku MC nya, dan kebetulan aku
yang kebagian manggil dia. Hmmm padahal momen itu adalah ajang buat dia untuk
ngebuktiin kalo dia itu beneran berproses dan bertanggung jawab ke Abi Uminya,
tapi malah nggak jadi sambutan.
Padahal bukan mau dia untuk telat telat gitu,
dia kan masih punya tanggung jawab buat jemput PB ke Surabaya. Dan dia juga
udah berusaha untu datang dan nyampe tepat waktu. Sebenernya aku tau kalo dia
udah dateng, cuman kan aku siapa. Aku hanya pembawa acara, aku pasti ikutin
intruksi yang punya acara dong. Nanti kalo aku kekeh manggil Namanya malah
jatohnya ada omongan yang gak enak lagi. “karna cowoknya yang sambutan, jadi
tetep dipanggil”. Hmm dah lah. Overthinking ku kumat.
Aku ingin dia tau satu hal, bahwa ada aku yang
selalu mejadi saksi perjuangannya. Bahwa ada aku yang tau betapa hebatnya dia.
Jika orang kebanyakan hanya memikirkan bagaimana caranya untuk sukses dan
berhasil, diaku selalu mempersiapkan diri untuk gagal dan kecewa.
Apa karna kamu sudah merasakannya berkali-kali
sampai kamu sebiasa ini ? kadang aku ingin bertanya, apa yang bisa membuatmu
bahagia ? aku ingin melakukannya untukmu selagi aku mampu. Kamu berhak
mendapatkan kebahagiaan tiada tara setelah beribu kecewa yang kau terima.
Aku ingin kamu merasa aman dan nyaman
bersamaku, meski seluruh dunia menuduhmu, membencimu, menjauhimu. Aku ingin
menjadi tempatmu untuk pulang dan berkeluh kesah, dikala seluruh dunia tidak
ada yang mendengarmu, menyudutkanmu, dan tidak mempercayaimu.
Kadang aku ga habis pikir, kenapa orang sebaik
kamu masih aja banyak cobaannya, masih aja ada yang jahat sama kamu. Mungkin
benar, semakin tinggi pohon semakin kencang pula anginnya. Dan derajatmu tinggi
sayang. Aku yakin itu. Tetap jadi orang baik ya, tidak peduli seperti apa badai
di luar sana memporak porandakan hatimu.
Tidak semua bisa melewati apa yang kamu lewati,
aku aja gak sanggup ngebayanginnya. Emang orang-orang tertentu aja yang bisa
ngelewatin begituan. Dan kamu adalah orang yang Allah pilih.
Hidup itu emang seimbang, jadi kalo ada baik
pasti ada jahat. Dan salah satu orang yang jahat itu adalah aku. Tidak peduli
seberapa baik aku ke kamu, jahatnya aku akan tetap ada. Dan aku ga bisa buang
rasa itu. entah kapan dan dimana, aku selalu merasa bahwa itu akan terjadi
suatu saat nanti meski itu bukan mauku. Dan bisa jadi akan menjadi hal yang
paling mengecewakan buat kamu.
Aku sayang kamu, cin.
Himma Savira

Komentar
Posting Komentar