DIAKU #Part4
Oke, mari kita menulis lagi, mencoba mendeskripsikannya lagi.
Beberapa
waktu lalu, tepat pada tanggal 19 Februari 2023 dia terpilih menjadi ketua umum
PC PMII Lumajang. Terdengar keren, tapi nggak se keren itu. Sebenarnya dia
sudah tidak ingin melanjutkan prosesnya di cabang, namun karena desakan dari
komisariatku (komisariat asal dia), dia akhirnya mau maju.
Sebelum
nama dia muncul, aku dan pengurus komisariat yang lain sepakat mengusung si B
sebagai calon ketua cabang dalam rapat kecil di warung depan kampus pada tanggal
9 Februari 2023. Dan ketua komis mengatakan bahwa hal tersebut akan dia bawa ke mabinkom untuk
didiskusikan. Mabinkom mendesak ketua komis untuk memunculkan calon, katanya
karena sekarang giliran ‘komis’ ini maju.
Namun
tiba-tiba pada tanggal 14 Februari, dia diajak ketemu sama ketua komisku dan
diminta untuk maju menjadi calon karena si B ga mau. Padahal, dia udah tenang
dan santai sejak setelah PKL dan hanya tinggal menunggu masa pendemisioneran. Bahkan
sehari sebelumnya, dia masih jalan-jalan sama aku. Samaaa sekali tidak ada
ambisi buat maju. Dan sejak hari itu, dia menjadi orang tersibuk sedunia. Bukan
hanya susah ditemui, tapi juga susah dikomunikasi.
Aku ingat
betul, senin dia beliin aku 1 box sosis Kanzler, selasa dia diajak ngopi dan
diminta maju jadi calon, Rabu dia bikin visi misi, malamnya penutupan
pendaftaran, (disini aku sebenarnya disuruh ngenarasiin visi misinya, cuman aku
ga ngerti gimana maksudnya, dia juga gajelas jelasinnya, jadi aku marah dan nolak.
Aku gatau woy kalo malam itu juga penutupan pendaftaran, dahlah kasian
banget kalo inget, lapo aku nolak dan
marah coba), lalu Kamis malam penetapan calon, dan nama dia doang yang muncul,
setelah itu sabtu langsung konfercab, minggu dia terpilih.
Pas tau
kalo cuman nama dia doang yang muncul, dia bilang ke aku kalo masih belom bisa
tenang. Karena lawan dia adalah lumbung kosong. Yang artinya, ketika suara
lebih banyak tidak memilih dia, maka dia sudah tidak bisa mencalonkan lagi. Ini
bukan soal keinginan untuk menjabat, tapi soal harkat dan martabat. Dinaikkan
untuk dijatuhkan adalah hal yang menyakitkan bukan ?
Tapi
alhamdulillah, konfercab berjalan lancar dan dia terpilih secara aklamasi.
Tidak ada dinamika berarti dalam konfercab kali ini. Komisi berjalan
menye-menye, forum persidangan full lelucon, sama sekali tidak menegangkan.
Kayak gimana yaaa, yaa ga ada kompetisi, jadi forum musyawarah tertinggi ini
malah terkesan main-main hanya karena tidak ada yang diperebutkan. Tidak ada transaksi
ide, adu gagasan dan argument. Media juga terlalu vulgar dalam memberitakan
terpilihnya dia, masak Bahasa yang dipakek ‘pasalnya tak ada kader PMII lain yang mendaftar sebagai calon ketua umum PC PMII Lumajang’. hmmmmmmm kan
kesannya dia kepilih karena ga ada lagi ☹
kasian banget ayang aku.
Jika dibalik kesulitan ada kemudahan, bukankah dibalik kemudahan juga akan ada kesulitan ? dibalik konfercab yang lancar, pasti akan ada sesuatu yang kurang ajar. Oke lanjut di cerita selanjutnya.
Ditulis 18 Maret 2023

Komentar
Posting Komentar