DINAMIKA KONFERCAB YANG AKU RASA


(Hari screening MAPABA VI Tarbiyah tanggal 07 November 2021) Pas itu, sore, abis pulang rapat soal MAPABA di Bang.Id, Tiba-tiba orang orang pada nelfonin aku. Posisiku udah nyampe rumah. Pas kutanya ada apa ? katanya aku disuruh ke komisariat, karna mau ada rapat. Lah aku ga bisa, udah capek banget juga. Gimana juga yang mau ijin ke orang tua, pasti ga dibolehin. Jadinya perwakilan dari rayon itu ada roni, fifi, dan pak yon hasan. Ternyata mau bahas soal konfercab. Dan itu dihadiri oleh senior ketum Anwar, Kak Hasan Baidowi, sama Cak Aan. Forum itu juga ada dari komisariat, dan dua rayon.

Aku jadiin fifi sebagai informanku disana, minta dia untuk nge rekam obrolan mereka disana. Yaa inti yang aku dapet sih senior ngajak duduk karna dari komisariat tidak ada persiapan, mau senior itu adalah meskipun Syarifuddin tidak menyalonkan tapi harus tetap ada persiapan. Karna hal ini juga akan berdampak pada posisi senior kita yang ingin melanjutkan proses ke cabang.

Oke, keesokan harinya adalah pembukaan konfercab. Aku, yumni, dan roni adalah peserta utusan rayon. Setelah pembukaan ada instruksi untuk berkumpul ke rumah mbak Ira, yang jemput kami cak Dur. Seperti pemantapan, karna pada malam harinya delegasi dari syarifuddin masih belom lengkap. Inti yang aku dapet dari perkumpulan itu adalah, kita harus tetap satu suara. Dan ajis selaku kabid 1 komisariat ditunjuk jadi komandan tim kami. Jika ada yang bertanya kami pilih siapa, bilang saja masih belom ada pandangan, begitu kira-kira arahan dari senior. Dan juga kami disuruh mempertahankan suara rayon dalam forum itu, agar rayon punya suara ketika pemilihan nanti. Jika ada yang mempermasalahkan, surat undangan dari cabang itu ajukan sebagai bukti. Dan dimintai komitmen untuk tidak pulang, padahal aku sama yumni ga mau nginep sebenernya, cuman karna udah komit ya akhirnya nginep. Dan kondisi aku juga sakit, gatau kenapa kepala sakit banget sama bersin terus, danmalem harinya di samperin sama mas yang naksir aku, aku minta dibeliin obat, ternyata dibeliin beneran hehe. Tapi dia ga mau masuk, malu katanya. Jadi aku yang keluar. Aaaa masih ada momen so sweet saja pas genting gentingnya, ngakak.

Singkat cerita kami Kembali ke arena konfercab dan memulai persidangan. Baru selesai beberapa item, masih baru mulai forum sudah gaduh perihal status rayon dalam konfercab. Terjadi adu mulut, dan yang paling menonjol adalah adu mulut antara STAIBU dan STKIP. Hal ini sampai memunculkan permintaan dari peserta untuk klarifikasi terhadap ketum Ucok, bagaimana bisa dalam surat undangan rayon tertulis 1 peserta aktif dan 2 peserta pasif. Menurut STAIBU hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan di MUSPIMDA yang menyatakan bahwasanya rayon tidak memiliki hak suara dalam konfercab. Sementara komisariat yang punya rayon, kayak STKIP dan IAIS tetap mempertahankan bahwa rayon punya suara di konfercab sesuai dengan MUSPIMNAS dan MUSPIMCAB, tapi muspimcab yang baru gak di share :v

Pas minta klarifikasi dari tum ucok, sidang di pending selama 5 menit oleh pimpinan sidang cak mahmud bashori. Entah apa yang terjadi diluar sana, tapi ketum belom juga datang dan baru  datang keesokan harinya jam 10. Oiya sebelumnya, sekretaris sidang (Pres Jun) itu sempet bilang bahwasanya panitia sebenernya bikin keputusan kalo rayon hanya sebagai peserta pasif, tapi ga tahu ko bisa ketika itu sampai di tangan rayon bunyi suratnya ganti. Dan itulah yang menjadi alasan peserta ingin meminta klarifikasi dari ketum Ucok. Pas klarifikasi, aku lupa ketum jawab apaan. Intinya sih ga memuaskan dan tidak memperjelas hal ini. Peserta sidang malah ricuh, sampe terjadi adu fisik, forum rame. Ketum marah dan berteriak “masih menghargai aku tidak? begitu. Ketum juga menjelaskan bahwasanya dia tadi malam sudah mau masuk untuk klarifikasi tapi ada yang menghalangi, kata ketum yang menghalangi beliau masuk adalah pak kom STAIBU. Terus kata STAIBU biar ketum nemenin tamu dari PKC saja.

Abis ituuuuu, sidang tetap dilanjut, terus pending, terus lanjut lagi sampe pada waktu sholat asar ada irwan sama muslim dan aku sama yumni pulang, yang selanjutnya di ganti mereka.

Nah, malam harinya aku ditelfon sama tum anwar, gak tau ada apa ? katanya sih para peserta konfercab dari tarbiyah emang di telfonin semua. Aku agak lupa dah gimana itu insidennya, intinya telah terjadi pecah suara. Maksudnya tuh, antara kami dan komisariat udah gak satu komando lagi.

Sidang dipending terus, dan tidak selesai dalam hitungan hari. Insiden pecah suara itu intinya adalah, awalnya kita (se-komisariat IAIS) memilih calon nomor 2, sekum taufik. Semua kader dan senior lumajang tau kalo dia pinter banget. Gak usah butuh pertimbangan lama untuk memilih siapa yang ideal menjadi pemimpin PC PMII Lumajang.

Gak tau apa yang terjadi dibalik ini semua, yang jelas keesokan harinya sidang masih lanjut dipending dan sempat terjadi ricuh. Rayonku pasti menjadi rayon yang berbeda. Karna menurut keterangan dari ketua rayonku, dia tidak diajak berembuk untuk pemenanangan calon nomor 1. Komisariat, febi, dakwah, mereka tiba-tiba berpihak kepada nomor 1.

Hari-hari sebelumnya, kami berada di satu tempat Bersama sekum taufik. Dan kami bertanya, kira-kira konfercab sampe kapan, soalnya kami mau ada MAPABA, gitu kan. Sekum dengan Pedenya bilang, “nggak  bakal tabrakan kok, palingan juga dua hari, dan nanti di MAPABA kalian ketum baru yang sambutan” kami selaku SC senang mendengar hal tersebut, takutnya kebarengan malah acara kita harus diundur lagi.

Nah, pas itu udah jalan nih konfercabnya. Udah rebut tuhkan, ternyata masih ngaruh juga sama MAPABA kita. Yang seharusnya ketum yang meresmikan, kami tidak punya ketum. Jadi komisariat yang meresmikan, dan itupun bukan ketua komis, malah kabid 3, cak topek. Orang yang abu-abu, tidak terlalu fanatic sama komisariat yang posisinya pas itu lagi kontra sama tarbiyah, dan juga tidak memihak pada tarbiyah, yaaa sekalipun jelasnya dia tuh ga suka suka amat sama senior. MAPABA di jaman kepengurusanku saaaaangat sepi. Biasanya acara ini yang paling ramai dan meriah. Waktu itu kursi memang ful namun tatanannya renggang, dan dari pihak pihak yang kontra sama kita tidak hadir. Sepiiiii banget.

Gak selesai disitu, pas proses MAPABA dimulai, di Balai Desa Uranggantung tepatnya. Kita meminta komisariat untuk mendampingi MF (manager Forum), awalnya ada cak Sulaiman pas sore tuh. Emang belom ada waktunya MF masuk, baru malemnya abis isya’ gitu kan. Terus dia tuh izin keluar, ke nikahan siapa gitu. Udah jelas jelas kita bilang abis isya’, persoalan administrasi juga udah beres, tapi dia ga Kembali. Dan bilang kalo kita yang ga komunikasi. Hmmm meng anjay. Pake ngadu ngadu ke senior lagi. mau bikin image tarbiyah jelek tuh -_-. Ada loh modelan kek begitu.

Yaa intinya selama proses MAPABA tuh, sepiiii banget, kek gak lagi ada acara gitu. Vibesnya serem. Dan memanas akibat konfercab. Aku tidak menyukainya, pun juga tidak membencinya. Yang jelas aku ingin hal itu tidak terjadi lagi.

Senior-senior diluar tuh pada pusing, dan mikir jauh ke depan. Tentang bagaimana PMII Lumajang, terutama Syarifuddin. Isunya adalah tahun depan harus ketum dari syarifuddin yang jadi, tapi yang lanjut dan aktif di cabang tuh orang-orang tarbiyah, lah tarbiyah kontra sama komisariat dan 2 rayonnya. Kan lucu kalo misal syarifuddin mencalonkan tapi tidak dipilih oleh syarifuddin sendiri.

Ya Allah, hidup memang ga bisa mulus mulus terus karna pasti ga greget, ga berkesan. Tapi kayak males banget yang mau punya masalah sama orang rumah sendiri. BOSEN.

Tulisan ini ditulis pada 23 november 2021, baru ke Up sekarang wkwk. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama Tesis Part 1

DIAKU #Part5

Diaku Part#3